Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Saba Budaya, Plastik dan Kelestarian Baduy

Mandala Kanekes laksana lubang hitam penuh misteri di pusat galaksi Milky Way, berjarak 26 ribu tahun cahaya, memiliki daya gravitasi luar biasa, yang menarik apa saja ada di dekatnya. Sejak abad ke-18 ketika seorang pengelana Belanda bernama Blume kepincut alam Kanekes, hingga abad ke-21, saat ini, peneliti ilmiah, pelancong, serta pegiat Baduy banyak bertandang ke Mandala Kanekes. Para peneliti ilmiah, biasanya akademisi, tertarik kepada kehidupan masyarakat Kanekes atau alam di mana orang Kanekes tinggal untuk dijadikan bahan kajian di bidang disiplin ilmu masing-masing untuk tujuan pemenuhan persyaratan studi, menulis skripsi, thesis, disertasi, jurnal ilmiah, atau buku. Berbeda dengan peneliti, yang jumlahnya bisa dihitung jari, para pelancong adalah kelompok yang datang berduyun-duyun, berkelompok-kelompok, bermarga-marga bertandang ke Mandala Kanekes sekedar untuk clingak-clinguk memuaskan rasa keingintahuan tentang bagaimana orang Kanekes hidup kemudian pulang ke kota d...